Tag


Tittle : Hate you Love you

Cast : Han Hee Ra, Park Min Mi, Lee Hye Soo, Nam Ah Rin, EXO member, etc

Genre : comedy-friendship-love

Author: Rachel

~

Heera’s POV

Hujan membasahi bumi beserta isinya, aku yang sedang berteduh mendengar suara-suara aneh. Suara yang benar-benar aneh. Suara desahan. Entah desahan apa itu.

“Kau dengar itu Ah Rin-ah?” Tanyaku kepada yeoja didepanku, tidak lain dan tidak bukan adalah sahabatku.

Ah Rin menatapku “Kau pikir aku tuli? Aku bisa mendengarnya”

Aku mengikuti arah suara, tidak peduli sumber suara itu datang dari tempat yang tidak terkena atap rumah kecil itu.

“Apa yang kau lakukan? Kau bisa sakit” Ah Rin berteriak.

Aku berjongkok menempelkan telingaku disalah satu dinding, suaranya berasal dari sini “Come Miss Nam!! I can hear something”

Ah Rin menatapku ragu lalu mengikutiku, setelah mendengar suara itu juga matanya membesar.

..
..

Seorang namja keluar dari dalam rumah itu, menaikkan resleting jaket yang hampir menutupi wajahnya lalu melebarkan payung dan berjalan ketengah derasnya hujan.

“Who’s he?” Tanya Ah Rin.

“Why you ask me? I dunno”

Tidak lama setelah itu, namja tadi datang membawa beberapa kantung besar. Payungnya ditaruh didepan pintu, setelah itu namja tadi membuka sedikit resleting jaketnya sehingga wajah tampannya terlihat.

Kedua yeoja yang sedari tadi berjongkok diantara hujan hanya saling bertatapan. Mata mereka sama-sama membulat besar, mulut mereka membuat huruf O, sesekali mereka mengusap wajahnya agar air hujan tidak menghalangi mata mereka.

“Suho” desis Ah Rin.

Heera menghapus air hujan dari wajahnya “bukankah dia member EXO Ah Rin-ah?”

“Nde, leader EXO-K. Suho”

“Kalau Suho datang dari dalam berarti…” Sebelum Heera melanjutkan kata-katanya, Ah Rin mendekap mulut yeoja manis itu.

“Ne, seluruh member EXO pasti didalam”

Heera hanya mengangguk mendengar perkataan Ah Rin yang tadi ingin ia katakan. Kedua sahabat itu kembali dalam diam, hanya bunyi suara hujan yang memecahkan keheningan. Tiba-tiba suara aneh itu terdengar lagi.

“Ah Rin-ah”

“Mwo?”

“Kau masih mendengar suara itu?”

“Nde, waeyo?”

“Aku rasa….” Heera menatap Ah Rin dalam “mereka…” Ah Rin menatap Heera yang selalu memutuskan perkataannya “aku rasa mereka guy”

“What the fuck are you kidding me?!!!! Apa maksudmu berbicara seperti itu Han Hee Ra?!”

“Yak! You can hear so well, me too”

“Kau pikir itu suara apa eoh?”

“Aku yakin itu suara mereka, suara desahan mereka yang sedang berciuman” Heera mengecilkan suaranya saat mengatakan ‘berciuman’

“Aku pikir ciuman tidak menimbulkan suara”

“Kalau begitu mereka melakukan lebih Miss Nam!!!”

“Andwae!!!!! Mereka adalah namja sejati! They’re a real man!”

Heera menyeringai, lalu mendekatkan wajahnya kehadapan wajah sahabatnya “real man? Really?” Ah Rin hanya mengangguk sebagai jawaban. “Aku tambah berpikir kalau mereka adalah gay, setelah mengingat tadi saat kau mengajakku menonton konser mereka. Skinship dimana-mana”

“Andwae Han Hee Ra!!! Bukankah aku, kau, Minmi, dan Hyeso juga sering berpegangan tangan eoh?”

“Tapi ini beda Miss Nam! They’re gay!”

“Han Hee Ra!! Stop talking they’re gay bitches”

“Bagaimana kalau mereka benar-benar gay?” Heera merasa percakapan dan perdebatan denga Ah Rin semakin menarik.

Ah Rin menatap tajam Heera, “Impossible” jawabnya singkat.

Heera membuat senyum menyeringai “okay! I believe you”

Ah Rin tersenyum penuh kemenangan, tetapi Heera melanjutkan perkataannya “tetapi kalau mereka ketahuan benar gay, you dead in my hand jerk” senyum yang terpancar dari bibir Ah Rin pudar.

Kedua sahabat itu kembali dalam diam, tubuh mereka sama-sama sudah menggigil kedinginan. Ah Rin menatap Heera penuh kesal, sendangkan Heera menatap Ah Rin dengan seringainya.
Hujan telah berhenti, Heera mengambil ponsel yang berada didalam saku kemejanya lalu menekan tombol panggilan.

“Yep Han Hee Ra? Wazzap?” Sapa suara disebrang.

“Pick me now Minmi-ah! Hurry okay? Bye”

***

“Aaarrrggghhhhh!!!! Mengapa kalian berdua berpikir seperti itu eoh?” Jerit Ah Rin.

“Yep! You right! Pertama kali aku dan Heera menonton konser EXO, aku sudah berpikir mereka gay. Dan setelah mendengar cerita Heera, pikiranku semakin mantap” jelas Minmi diikuti anggukan cepat Heera.

“Itu karena kalian baru pertama kali melihat konsernya, dan kalian belum mengetahui EXO sepenuhnya” Hyeso ikut dalam perdebatan itu.

“Okay babe, look at this” Heera mengangkat IPad-nya yang sudah membuka situs memperlihatkan beberapa foto member EXO “they’re gay bitches! You must…” Perkataan Heera terhenti oleh gebrakan tangan Hyeso dimeja.

“Bagaimana kalau kita taruhan?” Tanya Hyeso.

Ketiga sahabat itu saling bertatapan “taruhan?” Tanya mereka serempak.

“Yep taruhan! Kalau salah satu dari kita bisa mendapatkan mereka, kalian harus menarik kembali perkataan kalian. Arraseo?!” Hyeso menjelaskan sambil menunjuk wajah Heera dan Minmi.

“Deal!!” Teriak Ah Rin.

Hyeso menatap 2 yeoja didepannya yang sedari tadi mengatakan bahwa semua member EXO adalah gay untuk mendapat jawaban. Heera melirik Minmi, begitu pula sebaliknya. Senyum simpul terukir dibibir yeoja-yeoja manis itu. Dan… “Deal!!!” Teriak mereka.

“1 mouths” tawar Minmi, Heera yang mendengar tersenyum senang.

Hyeso dan Ah Rin masih tidak mengerti, “ne! Taruhan membutuhkan waktu bukan?” Jelas Minmi. Kedua yeoja tadi mulai mengerti.

“2 months” tawar Ah Rin.

“2 weeks” Minmi menggoda.

“2 months” bela Hyeso.

“1 weeks! Deal!” Minmi mengakhiri permainan.

“1 months! Okay! Deal!” Jerit Ah Rin dan Hyeso berbarengan.

***

-Heera’s POV

Aku menatap layar laptop dengan seksama, mencari informasi tentang boyband pendatang baru itu. Cih! Mereka benar-benar gay. Mengapa member boyband selalu seperti ini? Ah! Tidak! Tidak untuk Super Junior, Westlife dan NSYNC hehehe.

Tok… Tok… Tok… Pintu kamarku berbunyi.

“Yep, masuk saja tidak dikunci” ucapku tanpa mengalihkan pandangan dari layar laptop.

“Ponselmu Heera-ya” suara yang sangat ku kenal, suara kakak sepupuku. Hana eonni.

“Ne, taruh diatas kasur saja”

“Okay, eumm by the way Ah Rin call you”

“Eummm gomawo, now you can go. I’m busy. And don’t forget close the door”
Ucapku tidak sopan padanya, aku yakin saat ini dia sedang mempoutkan bibirnya. Tetapi itulah aku.

..
..

Ahya, aku dan Hana eonni tinggal disalah satu apartment milik keluargaku. Karena aku dan dia sama-sama tinggal sendiri di Seoul. Orang tuaku dan adik laki-lakiku tinggal di London, sedangkan orang tuanya tinggal di California.

Bruk! Pintu kamarku tertutup. Aku masih menatap layar laptopku sampai aku menemukan yang aku cari, lalu mengambil gagang telpon disamping meja belajarku.

“What?” Tanyaku to the point.

“mengapa lama sekali menjawab eoh?” Terdengar suara Ah Rin dari sebrang telpon sedikit berteriak, membuatku menjauhkan telpon dari telingaku.

Aku kembali menaruh gagang telpon ditelingaku “sorry, wazzap sist?”

“Aku sudah mendapat 4 tiket untuk konser EXO di salah satu stasiun TV”

“Then?”

“Kau ikut ne”

“Aish!! Aku tidak akan mau ikut melihat gay” aku bergidik.

“Yak! Kau sudah berjanji kepadaku dan Hyeso untuk bertaruh”

“Hey bitches, tidak perlu terburu-buru”

“Whatever if you want! Next week! Arraseo?”

“Huh! Okay” PIP! Aku mematikan panggilan. Secepat itukah untuk mendapatkan member EXO? Padahal aku ingin menang agar mereka semua tahu bahwa member semua boyband itu gay. Okay, ralat. Minus Super Junior, Westlife dan NSYNC huehehehe.

Aku mengambil ponselku yang berada diatas ranjang, lalu menekan sebuah aplikasi pesan.

To : Minmi Park
Hey sist, next week ya? Hufh!! Fck yeah

Pesan terkirim, tidak lama kemudian balasan dari Minmi aku terima.

From : Minmi Park
Yup!! Huffttt-_- aha! I’ve a good idea btchs

Aku bingung dengan kata-kata dari pesan Minmi. Ide bagus? Eumm apa itu. Aku segera membalas pesan Minmi.

To : Minmi Park
What the fvck your good idea? Eummm

***

1 minggu kemudian, didepan sungai Han. Terlihat 2 yeoja cantik sedang duduk. Seperti menunggu seseorang.

“Minmi-ah” panggil salah 1 yeoja itu.

“Ne?”

“Kau sudah memilih siapa member EXO yang akan kau dapatkan?”

“Ah Rin-ah, aku tidak peduli siapa yang akan aku dapatkan. Karena pasti mereka lebih memilih namja dibanding yeoja yang cantik ini hahahaha” lengkingan tawa Minmi membuat Ah Rin semakin kesal pada sahabatnya itu. Dia menyesal telah bertanya seperti itu.

Tin… Tin… Bunyi klakson mobil membuat Minmi menghentikan tawanya. Lalu bangkit dan masuk kedalam mobil itu diikuti oleh Ah Rin.

“Hey ya Han Hee Ra, apa kau sudah tahu akan memilih siapa di EXO?” Tanya Minmi meledek.

Heera melihat dari kaca wajah sahabatnya, lalu kembali fokus kepada jalanan kota Seoul sambil tetap mengendalikan kemudinya “aku tidak perlu memilih karena aku yakin mereka tidak akan memilihku hahahaha” kini terdapat 2 suara yeoja tertawa didalam mobil itu. Suara Heera dan Minmi.

“Kau tahu, tadi Ah Rin bertanya pertanyaan yang sama dan jawabanku sama denganmu hahaha” kembali terdengar gelak tawa kedua sahabat itu.

Hyeso dan Ah Rin hanya saling diam. Kalau kedua sahabatnya sudah seperti itu, tidak akan ada yang bisa menghentikannya.

“Enough!” Jerit Hyeso.

“OMOO, our baby is angry” ledek Minmi.

“Lebih baik kita memilih siapa yang akan kita dapatkan di EXO” jelas Hyeso.

Ah Rin mengambil IPad milik Heera yang berada dibelakang kursi kemudi lalu mencari beberapa foto EXO.

“Kau dulu Park Min Mi” Ah Rin menyerahkan IPad Heera kepada sahabat disebelahnya.

“Eummm” Minmi sibuk memilih “asa! Ini tampan, apa mungkin namja tampan ini gay? Hahaha” terdengar lagi suara gelak tawa kedua yeoja yang sama.

“Dia Sehun, member EXO-K” jelas Ah Rin. “Nah, sekarang kau siapa Hyeso?”

“Aku akan memilih Suho hehehe, kau?”

“Eum, aku Kris”

“Jangan berikan foto itu kalau kau tidak ingin mati” sela Minmi saat Ah Rin menyodorkan IPad Heera kepada pemiliknya.

“Ah, nde” Ah Rin menarik kembali tangannya.

“Aku pilih dia” kata Heera saat Ah Rin memberikan IPad agar Heera bisa memilih.

“Dia Chanyeol, member EXO-K” jelas Hyeso.

“Aku tidak peduli siapa dia Hyeso-ah” kata Heera lalu merangkul Minmi sambil menggeser layar IPadnya.

“Hufh, susah sekali meyakinkan mereka kalau member EXO bukanlah gay” gumam Hyeso.

“Slowly babe” Ah Rin berjalan disamping Hyeso.

“Maksudmu?”

“Kita harus pelan-pelan meyakinkan mereka, kalau terlalu cepat itu tidak mungkin. Tersisa 2 minggu lagi”

“I’m not sure about that”

Mendengar perkataan Hyeso, Ah Rin menatap sahabatnya bingung “aku yang salah mengajak taruhan hanya untuk hal sepele”

“Huh! Sudahlah jangan dipikirkan, kkaja! Mereka sudah jauh didepan kita” Ah Rin melihat kedua sahabatnya sudah jauh dari tempat parkir.

***

“Sudah kukatakan, mereka itu gay babe” canda Minmi saat keluar dari ruang konser.

“Waktu kita masih 2minggu lagi Park Min Mi” desis Hyeso.

Saat ke4 yeoja cantik itu ingin berjalan keluar, dilihatnya beberapa penggemar EXO yang menunggu keluarnya EXO agar mereka bisa meminta tanda tangan dan foto bersama.

Niat jahil Heera dan Minmi muncul. Senyuman jahat terukir dibibir mereka. Ah Rin yang menyadari langsung menarik Heera menjauh dari tempat ramai itu. Dia pasti tahu bahwa Heera yang akan memulai masalah, diikuti Minmi. Ya! Itulah Heera, Queen of problem.

“Wazzap sist?” Tanya Heera.

“You! Aaarrggg shit! We go, now!”

“Wait! Errr what the fuck are you going bitches? No! No I’m not”

“Kka! Kita harus pulang, aku yakin kau akan membuat masalah dihadapan penggemar EXO”

“Are you scary jerk? Ouchhh you’re so cutttteeeee. You see?” Heera menunjuk Minmi yang sedang tertawa dihadapan para penggemar EXO, dibelakangnya Hyeso menyuruh Minmi berhenti. Tatapan mata para penggemar EXO mulai memerah.

“O My God! She is..” Ah Rin berlari menghampiri sekumpulan itu lalu meminta maaf.

“Hahaha EXO, see that. Your fans must be…” Tiba-tiba ada yang memegang bahu Heera.

Heera menatap kebelakang, dia melihat seorang namja yang tingginya sama darinya tengah berdiri dihadapannya.
Heera mantap namja itu dingin, dan tanpa bicara sepatah kata pun Heera pergi berjalan menghampiri para sahabatnya meninggalkan namja itu.

“Annyeongsaeyo” sapa Heera kepada. Para penggemar EXO “ada apa ini”

“Yeoja ini berkata member EXO adalah gay” teriak seorang yeoja penggemar EXO itu.

“Really?” Tanyaku pada Minmi.

“Yep! Why?”

“No, why are you talk bout that?”

“Cause they’re a gay”

“How do you know?”

Minmi mulai mengambil posisi disebelah Heera, lalu memulai aktingnya.

“Baby Han” Minmi membelai lembut pipi Heera.

Heera meliriknya lalu berkata “ne Sehunnie hahaha” sekarang Heera membelai rambut Minmi “Baekhyunnie”

“Ne Chanyeollie? Hehehe”

Semua memperhatikan tingkah kedua yeoja itu. Mereka mulai membuat ekspressi dan akting yang bagus. Serta kata-kata panggilan para member untuk pasangannya.

Ah Rin dan Hyeso hanya bisa menundukkan kepalanya, sedangkan kedua sahabatnya tertawa hebat. Para penggemar EXO mulai banyak yang berdatangan dengan amarah. Tetapi tidak dapat melakukan apa-apa. Tiba-tiba…

“Hey eonni! Kau harus lihat siapa yang berada dibelakang kalian” ucap salah satu yeoja penggemar EXO.

Saat Heera dan Minmi menoleh, mereka saling bertatapan dan… “Yeah everybody, now we can see EXO!!” Teriak Minmi.

“Yep Park Min Mi, I’ve a song for them”

“Really? Okay come on you can sing for us”

“Yeah… They’re gay they’re gay, G…A…Y… Boys love… Ouch, this world is became to crazy”

Minmi melanjutkan lagu Heera “yup!! I gay, you gay, they gay, all gay. Hey ya bitches, what the fuck are you doing here?”

“Me? Yeah me? I wanna see gay” Heera menghentikan nyanyiannya. Lalu berdiri sejajar dengan Minmi dan memberi hormat “thankyou everybodeeeh, love fuck yeaaahh!!”

Semua member EXO saling pandang. Para penggemarnya hanya diam. Heera dan Minmi yang menyadari situasi ini memanfaatkan. Heera menghampiri semua member EXO, sedangkan Minmi memberikan ponselnya kepada Hyeso lalu menghampiri member EXO.

“Hana… Dul… Set… Kimchiii.. Ani!! Gayyyy” teriak Heera lalu dengan kesal Hyeso mengambil gambar itu.

“Thankya, love you bitches” ucap Minmi dan Heera bareng lalu meninggalkan kerumunan orang-orang itu. Hyeso dan Ah Rin mengikuti dari belakang mereka dengan iringan bisik-bisik tajam.

“Yeoja-yeoja aneh, hyung mengapa tadi kau diam saja?” Tanya seorang namja yang sedang duduk dengan santai diatas sofa.

“Hey aku bisa apa? Marah? Kita tidak punya hak Sehunnie”

“Tapi Suho hyung, mereka sungguh terlalu”

“Kau tahu, haters adalah cinta kita yang tertunda”

“Bagaimana kau dapat kata-kata itu hyung?”

“Molla, tadi secara spontan keluar begitu saja dari mulutku”

“Hyung, member EXO-M datang” kata seorang namja yang tadi memegang bahu Heera.

“Suruh mereka masuk Baekkie” perintah Suho.

Semua member EXO sudah berkumpul didalam dorm EXO-K, semua terdiam. Sampai salah satu namja angkat bicara.

“Aku dan Suho hyung sudah menghubungi orang untuk mencaritahu siapa yeoja itu”

“Jinjja Dio hyung?”

“Ne Sehunie, eumm mungkin sebentar lagi orang itu akan menghubungi kita” kata namja tampan yang dipanggil D.O itu.

Semua kembali terdiam dalam kegiatan masing-masing, hanya Suho dan D.O yang terlihat gelisah menunggu seseorang menghubungi mereka.

Drrtt… Drrrttt…

Ponsel D.O bergetar, dilayar tercantum nomor yang sangat dia dan Suho tunggu daritadi.

“Yeoboseyo” sapa D.O, Suho segera memanggil member lain dan menyuruh D.O mengspeakerkan panggilan.

“Ne” jawab suara disebrang telpon.

“Eotthokae?” D.O to the point.

“Yeoja yang tadi memakai t-shirt berwarna cokelat namanya Han Hee Ra, tinggal di apartment tidak jauh dari sungai Han. Tinggal bersama sepupunya yang bernama Lee Hana. Orang tua dan adiknya berada di Inggris. Bekerja dicafe milik kakeknya yang berada dekat sungai Han. Sangat menyukai sesuatu yang manis terutama cokelat, dengar-dengar dia akan ke Amerika untuk menjadi Dokter disana. Lalu yang memakai kemeja kotak-kotak bernama Park Min Mi, anak dari seorang pengusaha percetakan buku Park Comps. Tidak banyak yang special darinya dibanding Han Hee Ra. Karena Han Hee Ra terlalu menonjol di antara teman-temannya”

“Hanya itu?” Tanya D.O belum merasa puas.

“Nde, aku hanya mencaritahu 2 yeoja yang mengatakan kalian gay. 2 temannya tidak aku cari tahu. Mianhamnida”

“Ah gwenchanayo, kamshamnida” PIP! D.O mengakhiri panggilan, lalu menatap teman-temannya.

***

Heera’s POV

Hari ini jadwal aku kerja dicafe milik keluargaku, walaupun aku sangat malas tetapi aku tidak mungkin membolos setelah dibeberapa jadwal aku membolos karena hari ini adalah hari aku dibayar atau lebih tepatnya memberiku uang jajan, hah! Lelah rasanya setelah kemarin memaki EXO hehe. Eumm, semoga saja kakek memberiku uang jajan lebih agar aku bisa segera ke Los Angles untuk menjadi Dokter disana.

Aku sampai dicafe itu, ramai. Tidak seperti biasanya. Dan ramainya bukan dimeja cafe yang berada diluar cafe, melainkan ramai didepan kaca. Pintu cafe tertutup rapat. Aku bisa melihat Yun Woo, sepupuku kewelahan menahan pintu yang berusaha diterobos masuk oleh segerombol yeoja.

Aku mendekat. Mataku terbelalak saat melihat beberapa yeoja yang tidak lain adalah penggemar EXO yang aku lihat saat aku dan Minmi sedang menghina EXO. Mereka menatapku dengan tajam.

“Sedang apa kau disini?” Tanya salah satu dari mereka dengan sinis.

Aku diam. Dingin menatap mereka “harusnya aku yang bertanya, ini adalah cafe keluargaku. Minggir” aku membuat gang kecil diantara kerumunan itu, lalu masuk dengan susah payah.

“What’s going on Woo?” Tanyaku kepada Yun Woo.

“Hah! Cepat jaga ini, aku akan menghubungi Yo Jin untuk membantu mengusir mereka.

“Yunie, tunggu!” Aku gagal menggapai tangan Yun Woo, lalu menghadap kearah kaca dan menjulurkan lidah.

Aku menunggu sampai akhirnya Yun Woo datang menemuiku “sebentar lagi mereka akan pergi” dan benar saja, tidak lama setelah itu mereka berlari mengikuti mobil.

Yun Woo membalik tulisan open menjadi close. Lalu menarikku keruangan lain didalam cafe.

Mataku membulat sempurna. Aku tidak salah melihat apa yang berada didepanku. Aku hampir mati karena menahan setiap hembusan napasku.

***

“Annyeong” sapa semua member EXO kepada Heera yang diam membeku ditempatnya.

“Apa kau sudah mengerti maksudku?” Tanya Yun Woo, Heera mengangguk. Yun Woo meninggalkan mereka.

Heera menatap ke-12 namja dihadapannya dingin. Menggigit bibir bawahnya. Begitulah dia setiap kali kesal. Yeoja itu mengadu giginya menimbulkan bunyi gertak kecil.
Heera memalingkan wajahnya sambil menyeringai. Lalu mendengus kesal.

“Ada apa?” Tanya Heera akhirnya disela keheningan itu.

“Han Hee Ra” panggil seorang namja yang waktu itu memegang bahu Heera.

“You”

“Yep, Byun Baekhyun imnida”

“Huh! I don’t care. What are you doin’ here?”

Baekhyun menghampiri Heera, lalu mendudukkan Heera dibangku kosong yang disediakan.

“Kami hanya ingin bertanya mengapa kau mengatakan kalau kami ini gay?” kata seorang namja yang tinggi jauh diatas Heera, mata gadis itu menatap tajam namja dihadapannya. Menyipitkan sedikit matanya.

“Kevin Wu? Eumm, Kris ne?” Kata Heera.

“Ne, jawab pertanyaanku sekarang”

“Pertanyaan apa? Eoh pertanyaan mengapa aku menyebut kalian gay? Uuummm, bukankah kalian memang gay?” Heera membuat puppy eyes dan tersenyum manis. Membuat para namja itu luluh.

‘Yeoja ini, eooohhh yepponyaa, kyeopta’ batin mereka.

“Heyya! Mengapa diam eoh?” Bentak Heera.

“Han Hee Ra!” Jerit Hana menghampiri Heera, lalu menarik Heera menjauh dari para namja “come with me”

“Wazzap sist?”

“Aku akan bilang kepada haraboji agar kau tidak dapat uang jajan bulan ini”

“What the fuck are you kidding me?”

“Kau harus sopan kepada mereka, kau tahu mereka siapa?”

“Ne ne, arra! Lalu apa hubungannya denganku? I don’t care who are they!”

Hana menatap tajam Heera, lalu memberikan buku menu. Heera mengambilnya lalu mendekat kearah EXO.

“Kalian ingin pesan apa?” Tanya Heera dingin sembari melempar buku menu keatas meja.

“Heera!” Tegur Hana yang melihat.

“Cih! Euum ada yang ingin kalian pesan?” Tanya Heera mengulang perkataan dengan senyum dan suara lembut yang dipaksakan.

“Uumm, aku pesan cappuccino dan tiramisu saja” kata namja yang tinggi hampir sama dengan Kris, Chanyeol. Heera mengetahuinya karena namja itulah yang dipilih Heera.

“Kalian?” Tanya Heera mengalihkan pandangan kesemua member.

“Kami sama saja” jawab mereka.

“Baiklah, mohon ditunggu” ucap Heera sambil mengambil buku menu dan menghampiri Hana.

“Eonniya, kau saja yang membawakan pesanan mereka 12 cappuccino dan 12 tiramisu” keluh Heera.

Hana hanya menatap lembut Heera, lalu membuat pesanan para member itu, dan membawanya perlahan. “Ini pesanan kalian, selamat menikmati” Hana menaruh 1 per 1 pesanannya “umm, apa kalian membuat kesalahan?”

Ke 12 namja itu menatap Hana bingung, lalu Hana yang mengetahui kebingungan itu menjelaskan “tidak biasanya Heera bersifat dingin kepada orang lain, apalagi kalian ada seorang idola”

“Uumm kami tidak melakukan apapun” jelas Suho.

“Mungkin kalian melakukan sesuatu yang tidak kalian sadari, aku ingatkan 1 hal. Seorang Heera, kalau dia sudah mendapati nilai jelek seseorang dimatanya maka nilai kalian akan tetap jelek sekalipun kalian memperbaikinya” jelas Hana, “tetapi, kalian bisa membuat dinding es dihatinya runtuh hanya dengan hal kecil” tambahnya.

Semua member hanya mengangguk mendengar penjelasan sepupu dari Heera itu. Tidak lama sebuah seringai muncul dari bibir Suho “permainan baru akan dimulai” gumamnya. Semua mata tertuju pada leader EXO-K itu.

~TBC~

Iklan