Tag

ini ff keduaku, aku cuman iseng-iseng kok buatnya. jadi kalau jelek jangan salahin author ya.Maaf kependekan ^^ satu prinsip author “Nggak suka jangan baca! kalau udah Baca TOLONG RCL(read, comment, like) yaaa readers!!!”

author : Hanafiah a.k.a Naya Park

Main Cast  :

  • Choi Siwon
  • Park Naya

Genre         : GaJe

Rating        : PG-13

Disclaimer : The casts are belong to me and also with story

Siwon pov

“yak! Hyung sedang apa kau ‘mojok’ dengan yoeja murahan itu?” teriak seseorang dengan suara yang familiar dikupingku

Jino~a? pikirku dalam hati, apa yang dilakukannya disini?

“yak! Jino~a apa yang kau lakukan disini?” tanyaku dengan malas

“hyung, aku Tanya padamu. Mengapa kau ‘mojok’ dengan yoeja lain sedangkan pacarmu diluar sana banyak yang tidak kau urus! Hah?”

Adik sepupuku yang satu ini, mengapa dia harus berteriak seeperti itu ? cih, apa dia fikir aku ini sudah tak bisa mendengar lagi?

“bisakah kau merendahkan nada suaramu itu jino~a? hyungmu ini masih bisa mendengar” aku tetap mengacuhkan pertanyaannya

“yak! Hyung mari kita pulang !!” dengan mimic seriusnya yang jarang sekali di tunjukannya dihadapanku

“ayolaaahh “mohonnya dengan nada yang sangat menjijikan, baru saja dia berkata serius dan dengan cepat dia berubah menjadi dongsaengku yang menjijikan? Ya, memang seperti itu sifatnya. “menjijikan” desisku pelan dan sepertinya dia mendengar perkataanku.

“yak! Siwon sshi, apa yang kau katakan?? Huh?”

“ani, aku tidak mengatakan apapun” tanpa berkata apapun lagi aku langsung beranjak pergi meninggalkan jino dan wanita yang ‘mojok’ bersamaku tadi.

“oppa?” tiba-tiba terdengar suara yang memanggil nama ku “de?” jawabku dengan suara yang mematikan.

“…………apa kau tidak ingin melanjutkanya?”

“melanjutkan apa?” jawabku tak mengerti “melanjutkan kencan mu yang sempat tertunda karena aku datang hyung” timpal jino kurang ajar!

“kau wanita murahan! Aku tidak menyukai wanita sepertimu, Kau seperti pelacur dan aku sedang tidak ingin bermain dengan wanita pelacur seperti dirimu!!!” jawabku sambil menatap wanita itu dingin

“yak oppa! Aku ini pacarmu!”

“de?” ulangku berpura-pura tak mendengar perkataan yoeja itu

“aku ini pacarmu, mengapa kau memperlakukan aku seperti itu?” tandasnya, “kau pacarku? Dan mulai sekarang tidak lagi” ucapku dengan evil smirk milik ku.

“mwo? Kita pisah maksudmu?” mengapa yeoja begitu repot ketika seorang namja memutuskan hubungan asmaranya?

“ne.” jawabku singkat sambil meninggalkannya pergi

Naya pov

“kau wanita murahan! Aku tidak menyukai wanita sepertimu, Kau seperti pelacur dan aku sedang tidak ingin bermain dengan wanita pelacur seperti dirimu!!!”

Mwo? Apa aku tak salah dengar, ada namja yang begitu kurang ajar pada wanita. apakah pantas seorang namja tampan tidak tahu diri seperti itu memaki seorang yoeja? Apakah dia tidak tahu seorang wanita akan sangat sakit jika diperlakukan seperti itu? dia memandangku dengan tatapan dingin, mungkin karna dia risih aku menatapnya terus. Tapi tidak menutup mata bahwa dia ….. sangat tampan^^

Entah mengapa aku malah mengikuti langkah kedua namja yang baru saja memaki wanita tadi, “kenapa aku malah mengikutinya?” tanyaku pada diriku sendiri “Dia bernama Siwon? seperti nama teman semasa kecilku”

“dia sangat tampan, sayang dia begitu kasar terhadap seorang wanita” desisku pelan, tiba-tiba saja salah satu namja yg aku ikuti itu membalikan tubuhnya menghadap ku.

“ne?” jawabnya singkat

Siwon pov

“ne?”

Semenjak memaki wanita tadi, aku merasa kalau kami-aku dan jino- sedang di ikuti. Tentu saja feelingku benar, ditambah lagi ada yang mendesahkan namaku pelan. Walau sepelan apapun dengan kejauhan yg normal aku bisa mendegarnya. aku bisa mendegar apapun dari kejauhan, itu adalah salah satu dari kelebihanku. Untuk saat-saat seperti ini aku sangat bangga mempunyai kelebihan seperti ini.

“wae?”Tanya perempuan itu, yang yaaaah dia sangat cantik, matanya yang lebar, bibirnya tipis, hidungnya mancung dan rambutnya yang panjang.. dan waw dia perempuan yang sangat sempurna yang pernah aku lihat.

“hmmm..” dia tampak berfikir keras untuk menjawab pertanyaanku tadi, terlintas di fikiranku untuk menggodanya. Karena itu memang kebiasaanku ketika aku bertemu dengan yoeja-yoeja cantik “agasshi? Apa aku terlalu tampan hingga kau tidak bisa menjawab pertanyaanku ini?”

“ne?”

“apa aku terlalu tampan? Hingga kau tidak bisa menjawab pertanyaanku?” ulangku untuk yang kedua kalinya, karna sepertinya dia tidak mendengar pertanyaanku tadi, atau lebih tepatnya dia grogi karna aku menangkap basah bahwa ia telah mengikuti aku dan jino??.

“apa kau bisa terlihat tampan tuan?” ujarnya tajam

“de?” tanyaku karna tak mengerti maksud pertanyaannya itu, “ahjusshi! Apakau tidak mengerti sopan santun terhadap wanita? Apa kau tidak takut karma tuhan? Apa kau tidak percaya adanya karma? Mengapa kau kasar terhadap wanita? apa itu adalah sifatmu? Mencaci maki dan menghina wanita? Habis manis spah dibuang? Setelah bosan ditinggalkan? hah!” tanyanya dengan marah yang membabi buta, hanya ada satu kata yang berkeliaran di otakku saat ini ‘SHOCK’ ya siapa yang tidak kaget saat dimaki dengan yoeja yang baru dilihatnya beberapa menit yang lalu? Cih, dia sangat cantik tapi mengapa sifatnya itu sangat menyeramkan??

Tapi entah mengapa aku sangat mengaggumi sifatnya yang berani itu,dia berbeda dengan kebanyakan yeoja lainnya. Dia, hmmm sangat menarik bagiku.

“jino~a kamu pulanglah duluan, nanti kita bicara dirumah saja. Kajja, pergi sana” akhirnya aku bisa mengeluarkan suaraku, baru kali ini seorang playboy sepertiku shock hanya karna seorang yoeja. aku medorong jino agar dia segera beranjak dari tempatnya berdiri, lalu aku memfokuskan pandanganku terhadap wanita itu. Aissssshh mengapa dia begitu cantik dimataku?

“tapi hyung…?” belum sempat dia menyelesaikan ucapannya aku memberinya tatapan ‘cepat pergi atau aku akan membunuhmu!’

“Arraseo, hyung aku pulang dulu!” lanjutnya dengan nada terpaksa

“wae? Kenapa kau tiba-tiba berbicara seperti itu? Dan ahjusshi? Kau memanggil aku ahjusshi? ” aku mengalihkan pandanganku dari jino dan memutuskan untuk memfokuskan tatapanku kepada wanita yang tidak ku ketahui siapa namanya.

“yak ahjusshi!! Kenapa kamu memaki perempuan tadi? Apa kamu tipe ahjusshi yang suka mempermainkan perasaan wanita? Hukum karma itu ada !”

“yak! Kenapa kamu tiba-tiba menyerangku seperti itu? Memaki dan memarahiku? Kau wanita yang tidak tahu sopan santun! Jangan membicarakan masalah norma agama denganku karna aku lebih faham dibandingkan kamu agasshi. Dan kamu lebih baik tidak mencapuri urusanku…sayang ” tiba tiba saja aku ingin sekali menggodanya dan tanganku ingin menyentuh rambutnya. Apa yang terjadi, aku benar-benar memegang rambutnya. Apa yang kau lakukan Siwon~a?!

“ahjusshi, kau sangat kurang ajar!” teriaknya tepat didepan mukaku, mataku dengan matanya bertemu saling pandang memandang. Dan aku hampir menciumnya. Aissh ada apa denganku? mengapa aku tidak tahan untuk tidak mencium bibirnya? Ada apa dengan dirimu Choi Siwon?

“minggir dari hadapanku ahjusshi, maaf kalau aku kurangajar pada seorang ahjusshi sepertimu. ahjusshi sepertimu juga tidak pantas untuk dihormati!” Dia mendorongku hingga aku mundur satu langkah kebelakang, dan pergi begitu saja “wanita yang menarik” ucapku pelan.

“mwo?” tanyanya dan membalikan punggungnya

“ahjusshi?? Agasshi, Aku terlalu tampan untuk menjadi seorang ahjusshi ” ucapku dan mengacuhkan pertanyaannya

aku penasaran dengan namanya. Wajahnya sudah sempurna apalagi dengan namanya bukan?? Apa akan lebih sempurna dibandingkan dengan wajahnya?? “yak! agasshi, siapa nama mu?” tanyaku dengan sedikit berteriak, dia hampir menghilang di ujung jalan sana.

“kau tidak perlu tau siapa namaku ahjusshi!!” jawabnya ketus dan juga tajam

benar-benar wanita yang menarik! Kalau kau adalah takdirku kita pasti akan bertemu lagi, dan aku pastikan jika kita bertemu lagi. aku tidak akan pernah melepaskanmu sayang…

Naya pov

“kau tidak perlu tau siapa namaku ahjusshi!!” jawabku ketus dan juga tajam, lalu pergi meninggalkannya dengan senyum terlintas dibibirku. Cih, aku tidak ingin kalau aku bertemu lagi dengannya. Bertemu dengannya sangat amat menyebalkan! hampir saja aku mengaggumi pria tiu.

Tapi Dia sangat tampan, paras wajahnya menggambarkan bahwa ia lelaki idaman setiap wanita. Dia begitu sempurna, juga begitu menyebalkan, kalau saja dia tidak memaki wanita tadi, bersikap lebih baik dan lebih sopan sedikit saja. Hanya sedikit, mungkin aku akan mencoba belajar mengagguminya layaknya wanita lain. aissshh! kenapa kau berfikir seperti itu Park Naya Ya, kau baboya Na~ya!!! Batinku.

**

Untuk Kedua kalinya pikiranku uring-uringan. Ini semua gara-gara ahjusshi sialan itu! Kalau kemarin aku tidak mengenal dan bertemu dengannya, pasti aku tidak akan seperti ini! Tunggu, mengenalnya? Tahu namanya saja tidak!

Tap sekarang aku banyak melamunkan ahjusshi itu, ini semua salah dia mengapa dia bisa mempesona diriku hingga seperti ini? Aiisssh aku benar-benar sudah gila dibuatnya!

Melihat wajahnya seperti melihat temanku kecilku, teman kecillku yang tampan, baik dan yang bisa membuat diriku terpesona dengan aura tubuhnya yang dahsyat. Sekarang dia ada dimana? Selama 18 tahun aku menunggu untuk bisa kembali ke korea tapi hasil nihil yang kudapatkan, keluarga mereka telah pindah entah mereka pindah kemana.

“naya~a” suara sarang onnie yang memecahkan lamunanku

“ne onnie? Mwoya?”

“naya~a, kau dipanggil eomma” ada apa eomma memanggilku batinku “ne, sebentar lagi aku akan turun onnie” jawabku akhirnya masih dengan rasa penasaran

“ne, onnie turun duluan ya saeng. Kasian kyuhyunku nanti dia menunggu terlalu lama” memang begitu sifatnya, selalu saja memamerkan suaminya yang begitu tampan dan tak lupa dia adalah seorang devil berhati malaikat. Huh aku sangat mengingin kan suami seperti kyuhyun oppa.

Siwon pov

Setelah mengantarkan jino ke bandara, eommaku menelepon menyuruhku untuk segera pulang. Aneh-aneh saja! mengapa eomma tidak membicarakannya lewat telfon saja? Aku kan masih banyak pekerjaan di kantor.

“Eomma!!!” teriakku saat baru membuka pintu rumahku.

“Yak!!!, oppa aku sangat merindukanmu” teriaknya dengan memelukku erat.”oppa, Sudah dua hari kau tidak pulang.. kenapa kau sekarang pulang?” sambil melepas pelukannya dari diriku. dia choi jiwon adikku satu-satunya yang sangat amat menyebalkan dan juga yg sangat amat kusayangi.

“kau rindu padaku, tapi kenapa kau mengharapkan jika aku tidak pulang? Apa kau tidak rindu padaku? Hoh?” godaku padanya.

“aniyo, bukan itu maksudku oppa! Aku sangat amat merindukanmu”

“arraseo!” jawabku sambil mengacak-acak rambutnya pelan. “Mana eomma?” lanjutku

“Di ruang keluarga bersama appa.”

“Appa sudah pulang?”

“Ne. Wae? Apa Kau takut diinterogasi?”

“Ani.”

Aku melengos dan pergi ke ruang keluarga. Benar-benar mencurigakan. Kenapa appa dan eomma mau bicara denganku?

“Siwon~a, kau sudah datang, ayo duduk,” ujar eommaku. Aku duduk di atas sofa dan menatap mereka bingung. “Kau sudah besar.”

Permulaan yang amat sangat mencurigakan dari appaku itu.

“Langsung saja, appa,” kataku tak sabar, karna permulaan dari appa yang mencurigakan membuatku jadi tak sabar.

“Kami ingin menjodohkanmu.”

“MWO? Appa, aku ini sudah besar, bisa mencari calon sendiri. Lagipula umurku baru 26, masih terlalu muda untuk menikah! Shireo!” seruku tak terima.

“mwoya? 26 itu sudah terlalu tua untuk ukuran seorang namja sepertimu yang belum menikah!” sergap appaku.

“Aish, eomma appa, aku tidak mau! Batalkan saja!”

“Kau tidak mau menikah dengan Naya?”

“Mwo? Naya? maksud appa, Park Naya teman kecilku yang meniggalkanku selama 18 tahunitu?” tanyaku kaget.

“Ne, siapa lagi? Kau mau tidak? Kalau appa tidak salah 18 tahun yang lalu kau menangis hampir setiap hari selama sebulan karena dia pergi meninggalkanmu. Sampai tidak mau pergi keluar kamar segala. Bukankah kau menyukainya,? Ottokhe, kamu terima atau tidak?” tanya appaku dengan nada yang menjijikan.

Naya, ya? Jujur saja, aku memang menyukainya, tidak! aku sangat mencintainya dari dulu. Dia pindah ke Amerika dan aku memutuskan untuk menjadi seorang playboy.

Kenapa aku memutuskan untuk menjadi seorang playboy? karna aku tidak mau hari-hariku hanya terpuruk sedih karna memikirkannya. Buat apa? Walaupun aku sedih, tapi aku masih bisa mengatasinya dengan melampiaskan kepada yoeja lain!

Hari itu, hari keberangkatan dia ke Amerika aku ingin mengungkapkan perasaanku. Tapi dia malah menghilang ke Amerika.

“Jadi?”

“Ne, aku mau!” ujarku dengan suara tidak rela.

“Kau masih marah karena dia meninggalkanmu dulu? Itu sebenarnya keinginan keluarganya. Sebenarnya kami tidak keberatan jika Park Naya dititipkan disini, tapi eommanya bersikeras untuk membawanya. Dia sengaja tidak membiarkan Naya menghubungimu, katanya agar kau sadar bagaimana perasaanmu terhadap Naya.”

“Apa-apaan itu? Aku sudah sadar perasaanku dari dulu, aku sudah hampir mengungkapkan perasaanku terhadapnya. Tapi dia malah menghilang ke Amerika” gerutuku.

“apakah aku boleh melihat fotonya appa? Aku sudah tidak bisa mengenali wajahnya karena kami sudah tidak bertemu sejak 18 tahun yang lalu, jebal”

“ini” jawab appaku sambil memberikan secarik foto. Mwo? Agasshi ini Park Naya? Pantas saja pertama aku melihatnya aku langsung terpesona. “sangat cantik bukan?” mendengar itu sepertinya wajahku sekarang sedang merona merah!

Itu pertanda jika kita jodoh, dan itu berarti aku tidak akan melepaskanmu, karena kau adalah Takdir ku sayang!

“Kau senang kan, Siwonnie?” goda dongsaeng-ku yang tiba-tiba muncul di antara kami dan membuyarkan lamunanku.

“yak! jangan panggil aku begitu!” protesku.

Park Naya, ya? Apa reaksinya kalau dia mengetahui ini? Apa dia akan membunuhku? Apakah dia akan kaget jika ia tahu akan menikah dengan seorang ahjusshi? Batinku dengan senyum tersungging di bibirku

***

Naya pov

“MWOYA???!!!” teriakku kaget. “SHIREO!!!”

Dijodohkan? Cih, ini sudah zaman modern, bukan zaman siti nurbaya lagi! mana ada istilah dijodohkan? Huh, yang benar saja! Aku masih menunggu dia.

“Tidak ada kata tidak. Besok pesta ulang tahunmu sekaligus pesta pernikahanmu.”

“Shireo! Itu terlalu mendadak eomma!!” teriakku lagi dan berlari masuk kamar.

Yak! Choi Siwon, teman masa kecilku, kamu dimana? aku mau dijodohkan? Ottokhe?! Kalau begini sudah tidak ada harapan lagi untuk mendapatkanmu! Sia-sia saja aku menunggumu selama 18 tahun ini. Kyaaaaaa! Bagaimana ini tuan Choi!!??

Besok pesta ulang tahunku, dan berarti akan menjadi pesta ulang tahun terburuk yang pernah aku alami? Aku harus melakukan sesuatu! Bagaimana kalau yang dijodohkan denganku itu jelek dan buruk rupa? Tidak sesuai dengan tipe idamanku? Aish, Park Naya satu-satunya namja yang memenuhi tipe idamanmu kan hanya teman kecilmu itu, hanya CHOI SIWON! Jadi itu artinya, namja yang akan dijodohkan denganku itu tidak memenuhi type idealku!

***

“Saengil chukhahae, Park Naya,” ujar kyuhyun oppa padaku.

“gomaweo, oppa”

“naya~a? apa kamu sudah bertemu dengan calon suami mu?” Tanya appaku sambil membawa seorang lelaki bertubuh tinggi dan berparas tampan

“ahjusshi?” tanyaku tak percaya

“ne?” jawabnya sambil tersenyum manis

“MWORAGO?!” teriakku, syok tingkat berat. Setelah berhasil mengendalikan diri, aku menarik ahjusshi itu menjauh dari appa.

“Apa benar kau adalah calon suamiku ahjusshi?” tanyaku sambil tak percaya.

“ne! apa itu salah agasshi?” jawabnya dengan nada yang menjengkelkan

“appa, eomma!!!!! Mengapa kau menjodohkanku dengan seorang ahjusshi?” jeritku kesal dalam hati!

“yak! Ahjusshi!!!” teriakku histeris.

“aku tidak tahu namamu siapa, dalam hitungan jam kita akan resmi menjadi suami-istri! siapa namamu?” jawabku masih tidak percaya dengan semua nasib yang telah menimpaku.

“joneun Choi Siwon imnida” jawabnya singkat dan cukup membuat ku terpaku untuk beberapa saat

“Choi Siwon?” Tanya ku mengulang pernyataannya barusan…

TO BE CONTINUE

Iklan